"Yang Haram Aja Sulit, Apa lagi yg Halal"

Banyak orang menyepelekan atau bahkan tidak pernah peduli apakah makanan atau hasil yang diusahakannya halal atau haram dan demikian juga cara mendapatkannya? Apalagi dizaman sekarang ini, penipuan, dusta, pemalsuan dan pencurian menjadi salah satu senjata utama memperoleh uang, dengan dalih yang penting bisa makan dan desakan ekonomi. Kalau sudah demikian adanya bisakah diharapkan do’a kita dikabulkan dan diterima Allah? Kalau sudah tidak diterima lagi do’a kita, maka kita kehilangan satu senjata pamungkas menuju kejayaan umat islam, sebab do’a adalah senjata kaum mukminin. Lihat berapa banyak kemenangan kaum muslimin dimasa Rasululloh, salah satu sebab utamanya adalah do’a!

Oleh karena itu, jika sebagian orang heran dan bertanya-tanya, ”Mengapa kita belum mendapat kemenangan? Mengapa kita memohon kepada Allah dan merendah diri kepada-Nya agar Ia berkenan melapangkan kesusahan yang menimpa kaum Muslimin, serta menghancurkan orang-orang zhalim, namun tidak terkabulkan? Ia heran, bagaimana dan mengapa?!

Kemungkinan jawabannya adalah kelalaian kita dalam mencara makanan yang baik dan usaha kita yang baik. Sebab Rasululloh SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik,tidak menerima kecuali yang baik,dan bahwa Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin dengan apa yang diperintahkannya kepada para rasul dalam firman-Nya,”Hai rasul-rasul,makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shaleh .Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (al-Mu’minun: 51). Dan Ia berfirman, “Hai orang-orang yang beriman,makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu”, (al-Baqarah: 172). Kemudian beliau menyebutkan seorang laki-laki yang kusut warnanya seperti debu mengulurkan kedua tangannya ke langit sambil berdo’a: Ya Rabb,Ya Rabb, sedang makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, ia kenyang dengan makanan yang haram, maka bagaimana mungkin orang tersebut dikabulkan permohonannya?!”1.

dalam hadits ini Rasululloh menjelaskan bagaimana kondisi seseorang yang bepergian dalam kondisi kusut masai dan mengangkat kedua tangannya merendahkan diri untuk meminta kepada Allah dikabulkan do’anya, namun do’anya ditolak karena makanan, pakaian dan minumannya haram.

Oleh karena itu seorang ulama besar bernama Yusuf bin Asbath berkata, ”Telah sampai kepada kami bahwa do’a seorang hamba ditahan naik ke langit lantaran buruknya makanan (makanannya tidak halal)”5. demikian juga sahabat yang mulai Sa’ad bin Abi Waqqas yang terkenal memiliki do’a mustajab, ketika ditanya mengenai sebab do’anya diterima; beliau berkata,”Aku tidak mengangkat sesuap makanan ke mulutku kecuali aku mengetahui dari mana datangnya dan dari mana ia keluar”

"Ya Allah, wahai Zat Yang Maha Kaya, wahai Zat Yang Maha Terpuji, wahai Zat Yang Memulai, wahai  Zat Yang Mengembalikan, wahai Zat Yang Maha Penyayang, wahai Zat Yang Maha Pengasih. Cukupilah kami dengan kehalalan-Mu dari keharaman-Mu. Cukupilah kami dengan anugerah-Mu dari selain-Mu.
Aamiin.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar