Suara dering Handphone mengagetkanku dikala sedang membaca sebuah buku di teras belakang rumahku. Sebuah nomor yang tak ku kenal terus memanggil.
"Assalamualikum, ustad besok ada di rumah kah??" Ucap seseorang mengawali pembicaraan.
"Wa'alaikum salam, Iya Insya Allah saya ada di rumah". Jawabku.
"Bapak mau silaturahim ke rumah." Lanjutnya.
"Bapak siapa? Emang ini siapa?" Tanyaku penasaran.
"Pak Wali, saya sekretarisnya".
"Pak Walianto?? Itu mah mertua saya, mana mungkin punya sekretaris. Timpalku dengan sedikit guyon.
"Iiihh... Bukan ustad, Pak Walikota".
"Pak Walikota?? Kyai Idris Abdus Shomad?". Tanyaku dengan heran tak percaya.
"Iya".
"Ada perlu apa beliau mau ke rumah saya?"
"Entahlah ustad, agendanya sih silaturahim. Pokoknya dipersiapkan saja". Ucapnya sambil mengakhiri pembicaraan telpon dengan salam.
Aku sedikit terdiam, terpaku dengan tanda tanya besar di kepala. Apa benar pak Walikota mau datang ke rumah saya, ada urusan apa dan kenal saya dari mana, entahlah aku pun belum begitu serius menanggapinya. Namun tak berselang lama sebuah panggilan telpon kembali berdering, kali ini dari Pak RW. Pembahasannya sama, yg intinya mengabarkan bahwa Pak Walikota akan datang berkunjung ke rumah saya dan dia sudah berkordinasi dengan perangkat desa untuk prosesi penyambutan.
Aku pun dibuatnya percaya. Ada rasa senang, haru namun masih tetap bingung harus mempersiapkan apa dan apa yang akan dibicarakan. Langsung ku ceritakan kepada isteriku perihal itu, dan ku minta ia untuk segera membereskan dan mencuci segala perlengkapan rumah yang kotor, membeli hidangan dan menyiapkan pakaian yang ku kenakan dan minyak wangi yang akan ku pakai nanti saat bertemu dengannya. Seharian kami dibuat sibuk untuk menyiapkan segala sesuatunya, tujuannya adalah "ihtiroman dan ta'dzhiman" kepada tamu terlebih seorang walikota. Sterilisasi jalan menuju rumah saya pun telah dilakukan oleh polres dibantu aparat TNI untuk kunjungan besok.
Belum juga jadi kunjungan Pak Walikota, suara adzan subuh membuyarkan dunia mimpiku. Ya, ternyata hanya sebuah mimpi.
Sahabat...
Jika Pak Walikota atau orang besar lainnya melakukan kunjungan ke rumah anda sebagai tamu terhormat dan sangat spesial, tentu hal yang sama dalam mimpiku akan anda lakukan, menyiapkan segala sesuatunya dengan sangat baik dan matang mulai dari sambutan, fasilitas sampai dengan jamuan hidangannya. Dan tentu rasa bahagia dan kebanggaan dalam hati itu akan muncul sebagai sesuatu yang naluriah dari seorang manusia biasa, terlebih jika ada reward, feedback atau imbal hasil yang dari kunjungan tersebut.
Sahabatku yang baik...
Bagaimana jika tamu kita yang akan berkunjung itu adalah RAMADHAN? Sambutan dan persiapan yang terbaik apa yang sudah kita persiapkan untuknya? Bagaimana perasaan kita terhadap datangnya tamu Agung yang ketika datangnya saja Rosulullah selalu menyingsingkan lengan baju, menghamparkan sajadah dan di saat sang tamu akan pergi beliau tak hentinya bersedih dan tak jarang menangis?
Sahabatku yang baik...
Sudah sangat banyak hadits nabi kita dengar atau pelajari tentang keutamaan dari tamu spesial kita yang akan segera datang ini. Bahkan di dalam sebuah haditsnya...
من فرح بدخول رمضان حرّم الله جسده على النيران
" Barangsiapa bahagia dengan datangnya bulan suci ramadhan, maka Allah haramkan jasadnya dari api neraka".
Kesenangan dan kegembiraan dalam hati akan datangnya saja, Allah berikan reward, feedback atau ganjaran yang begitu besar, apalagi dengan amalan-amalan di Bulan ramadhan lainnya yang kita kerjakan dan reward itu pasti bukan cuma janji.
Semoga kita sudah menata hati kita, membuat perencanaan-perencanaan yang matang "goal setting" dalam menyambut dan mengisi bulan yang penuh dengan keutamaan ini.
مٙرْحٙبًا يٙاشٙهْرٙ رٙمٙضٙانٙ # مٙرْحٙبًا يٙاشٙهْرٙ صِيٙامِ
Mohon maaf atas segala khilaf dan silaf baik yang sengaja ataupun terlupa.