"KUNJUNGAN TAMU SPESIAL"

Suara dering Handphone mengagetkanku dikala sedang membaca sebuah buku di teras belakang rumahku. Sebuah nomor yang tak ku kenal terus memanggil.
"Assalamualikum, ustad besok ada di rumah kah??" Ucap seseorang mengawali pembicaraan.
"Wa'alaikum salam, Iya Insya Allah saya ada di rumah". Jawabku.
"Bapak mau silaturahim ke rumah." Lanjutnya.
"Bapak siapa? Emang ini siapa?" Tanyaku penasaran.
"Pak Wali, saya sekretarisnya".
"Pak Walianto?? Itu mah mertua saya, mana mungkin punya sekretaris. Timpalku dengan sedikit guyon.
"Iiihh... Bukan ustad, Pak Walikota".
"Pak Walikota?? Kyai Idris Abdus Shomad?". Tanyaku dengan heran tak percaya.
"Iya".
"Ada perlu apa beliau mau ke rumah saya?"
"Entahlah ustad, agendanya sih silaturahim. Pokoknya dipersiapkan saja". Ucapnya sambil mengakhiri pembicaraan telpon dengan salam.

Aku sedikit terdiam, terpaku dengan tanda tanya besar di kepala. Apa benar pak Walikota mau datang ke rumah saya, ada urusan apa dan kenal saya dari mana, entahlah aku pun belum begitu serius menanggapinya. Namun tak berselang lama sebuah panggilan telpon kembali berdering, kali ini dari Pak RW. Pembahasannya sama, yg intinya mengabarkan bahwa Pak Walikota akan datang berkunjung ke rumah saya dan dia sudah berkordinasi dengan perangkat desa untuk prosesi penyambutan.

Aku pun dibuatnya percaya. Ada rasa senang, haru namun masih tetap bingung harus mempersiapkan apa dan apa yang akan dibicarakan. Langsung ku ceritakan kepada isteriku perihal itu, dan ku minta ia untuk segera membereskan dan mencuci segala perlengkapan rumah yang kotor, membeli hidangan dan menyiapkan pakaian yang ku kenakan dan minyak wangi yang akan ku pakai nanti saat bertemu dengannya. Seharian kami dibuat sibuk untuk menyiapkan segala sesuatunya, tujuannya adalah "ihtiroman dan ta'dzhiman" kepada tamu terlebih seorang walikota. Sterilisasi jalan menuju rumah saya pun telah dilakukan oleh polres dibantu aparat TNI untuk kunjungan besok.

Belum juga jadi kunjungan Pak Walikota, suara adzan subuh membuyarkan dunia mimpiku. Ya, ternyata hanya sebuah mimpi.

Sahabat...
Jika Pak Walikota atau orang besar lainnya melakukan kunjungan ke rumah anda sebagai tamu terhormat dan sangat spesial, tentu hal yang sama dalam mimpiku akan anda lakukan, menyiapkan segala sesuatunya dengan sangat baik dan matang mulai dari sambutan, fasilitas sampai dengan jamuan hidangannya. Dan tentu rasa bahagia dan kebanggaan dalam hati itu akan muncul sebagai sesuatu yang naluriah dari seorang manusia biasa, terlebih jika ada reward, feedback atau imbal hasil yang dari kunjungan tersebut.

Sahabatku yang baik...
Bagaimana jika tamu kita yang akan berkunjung itu adalah RAMADHAN? Sambutan dan persiapan yang terbaik apa yang sudah kita persiapkan untuknya? Bagaimana perasaan kita terhadap datangnya tamu Agung yang ketika datangnya saja Rosulullah selalu menyingsingkan lengan baju, menghamparkan sajadah dan di saat sang tamu akan pergi beliau tak hentinya bersedih dan tak jarang menangis?

Sahabatku yang baik...
Sudah sangat banyak hadits nabi kita dengar atau pelajari tentang keutamaan dari tamu spesial kita yang akan segera datang ini. Bahkan di dalam sebuah haditsnya...

من فرح بدخول رمضان حرّم الله جسده على النيران
" Barangsiapa bahagia dengan datangnya bulan suci ramadhan, maka Allah haramkan jasadnya dari api neraka".

Kesenangan dan kegembiraan dalam hati akan datangnya saja, Allah berikan reward, feedback atau ganjaran yang begitu besar, apalagi dengan amalan-amalan di Bulan ramadhan lainnya yang kita kerjakan dan reward itu pasti bukan cuma janji.

Semoga kita sudah menata hati kita, membuat perencanaan-perencanaan yang matang "goal setting" dalam menyambut dan mengisi bulan yang penuh dengan keutamaan ini.

مٙرْحٙبًا يٙاشٙهْرٙ رٙمٙضٙانٙ # مٙرْحٙبًا يٙاشٙهْرٙ صِيٙامِ

Mohon maaf atas segala khilaf dan silaf baik yang sengaja ataupun terlupa.


MENGALIR BAGAIKAN AIR

Kalimat itu sering sekali kita dengar atau bahkan kita sendiri yang mengucapkan itu saat ditanya tentang apa rencana hidup kita kedepan. Maknanya nampak dalam, bijak, penuh makna, terasa filosofis dan puitis. Namun, kalimat tersebut terkadang tidak difahami oleh mereka atau kita yang mengucapkan. Dari sebagian yang faham, tidak sedikit yang memaknainya dari sudut yang negatif.

Dengan prinsip "menjalani hidup mengalir bagaikan air" mebuat banyak orang memberikan kesan bahwa hidup ini hanya menjalani suratan takdir. Kelompok ini seolah menihilkan adanya peran besar perencanaan yang matang dan optimalisasi potensi serta maksimalisasi ikhtiar menjemput takdir.

Allah yang serba Maha saja selalu memiliki perencaan yang sangat detail. Bagaimana ketika Allah berencana menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi kemudian mengumumkannya kepada Malaikat dan Syaithon, Sehelai daun yang jatuh di tengah hutan lebat adalah bagian dari perencanaan-Nya. Bahkan di dalam Al-Quran berulangkali Allah menjelaskan bahwa Ia memiliki sebuah buku induk yang berisi perencanaan lengkap dari awal hingga akhir dari semua sisi kehidupan ini yaitu Lauhul Mahfudz. Lantas, mengapa manusia yang lemah dari semua sisi mengabaikan sebuah perencanaan??

Dengan perencanaan akan membantu kita menjadikan umur yang diberikan Allah lebih efektif dan produktif. Tanpa perencaan yang jelas, banyak waktu terbuang sia-sia. Usia yang singkat terasa tak menghasilkan apa-apa. Tak membawa manfaat untuk dirinya apalagi untuk orang lain.

Tradisi membuat target harus dimulai. Prestasi hidup untuk rentang waktu ke depan harus jelas tergambar.

David J Schwartz pernah mengatakan, "Think little goals and ecpect little achievements. Think big goals and win big success."

Maksudnya adalah, jika kita hanya memikirkan kepada capaian yang kecil maka yang kita dapatkan adalah capaian yang kecil tersebut, tapi jika kita memikirkan capaian yang besar maka yang kita dapatkan adalah sesuatu yang besar.

Semoga bermanfaat.

KETIKA NASI MENJADI BUBUR

Berawal dari sebuah kisah, di saat isteriku sedang sakit, Aku harus menghandle segala kegiatan rumah tangga. Mulai dari mencuci pakaian, memandikan anak, mengepel bahkan memasak. Semua itu bukan hal yang aneh buatku, sebab sejak masih single aku terbiasa melakukan kegiatan itu sendiri.

Pagi itu, Sebelum Sholat Subuh, Ku sudah menyiapkan beberapa potong ayam yang ku beli di super market dan kemudian Ku olah menjadi masakan pavoritku opor ayam sebagai sarapan untuk anak dan isteriku dan juga bekal ku ke kantor.

Ku masak nasi menggunakan magic com, biasanya seukuran 2 gelas takar, tapi kali ini ku buat agak banyak kira-kira 4 gelas takar, fikirku agar isteriku tidak perlu memasak lagi karena kondisinya yang belum fit.

Ku masukan beras ke dalam wadah magiccom dan ku cuci hingga bersih. Ku tambahkan air dan ku masukan ke dalam magic com lalu Ku tinggal sebentar untuk sholat subuh dan berharap nasi akan matang setelahnya.

Kira-kira 1 jam berselang, selepas sholat subuh asap tidak lagi mengepul dari celah lubang magic com, nampaknya nasi sudah tanak dan siap untuk di hidangkan. Langsung Ku buka penutup magic com. Namun sebuah pemandangan yang agak mengagetkanku, nasinya terlihat sangat lembek karena mungkin Ku terlalu banyak memberikan air. Dibilang nasi namun nampak seperti bubur, dibilang bubur tapi jelas itu masih berupa nasi, dilihatpun tak sedap apalagi dimakan. Ada rasa kecewa dan kesal. Namun apa boleh buat. Ku tambahkan segelas air dan garam secukupnya ke dalam nasi dan kembali ku nyalakan magic com. Ku tunggu sampai 15 menit. Setelah masak Ku hidangkan dalam sebuah mangkuk, ku tambahkan bawang goreng, suwir ayam, potongan daun seledri dan ku siram dengan kuah opor yang telah ku buat dan di atasnya Ku taburkan remasan kerupuk. Jadilah sebuah masakan alternatif "BUBUR AYAM SPESIAL".

Sahabat...
Terkadang apa yang kita rencanakan memang jauh dari harapan. Kegagalan adalah hal yang biasa dalam kehidupan. Maksud hati ingin memasak Nasi sebagai teman opor ayam tapi Gagal karena Nasi terlalu lembek. Tapi itu bukanlah akhir dari sebuah cerita. Dengam sedikit jiwa yang tegar, ikhlas dan sentuhan kreatifitas, nasi gagal tersebut menjadi masakan yang mampu membangkitkan selera.

Satu kunci dari sebuah kegagalan adalah "ambil sebagai pelajaran dan temukan sebuah jalan"

Artinya ketika jalan yang ditempuh itu menemui hambatan, maka jalan yang lain masih terbuka luas, tinggal bumbui ia dengan kreatifitas dan kreatifitas itu akan muncul karena kita sudah terbiasa menghadapi kegagalan itu.

Semoga bermanfaat....

Visit
IG: zuel.fahmi

Happy Milad Anak-ku

Minggu Malam 10 Mei 2015.

Ku antar isteriku ke rumah orang tuaku. Meskipun dokter mengatakan hari perkiraan lahir (HPL) isteriku masih 1 minggu lagi, namun firasatku mengatakan lain, terlebih esok pagi aku harus kerja, jika ia kontraksi secara tiba-tiba di rumah nanti bisa repot, tak ada orang, hanya ia seorang saat ku kerja. Berbeda jika di rumah orang tuaku paling tidak ada yang mengurus dan menemaninya. Aku pun sedikit lega karena keluargaku di rumah lengkap, sehingga ku bisa pulang ke rumah dengan tenang.

Ku baringkan tubuhku selepas ku tunaikan sholat isya, sunah ba'diyah dan 3 rakaat witir. Tak lupa ku bunyikan volume ponselku dengan nada yang paling tinggi, agar ku bisa dengar jika ada telepon darurat menghubungiku.

Aku pun terlelap, hingga tepat pukul 01.30 wib sebuah panggilan masuk membuyarkan semua mimpiku malam itu. Panggilan dari abangku dengan suara yang tenang mengabarkan bahwa isteriku sudah kontraksi dan bergegas untuk segera membawanya ke Rumah Sakit Andhika Ciganjur, Ku di minta jangan khawatir dan langsung menyusul ke rumah sakit.

Ku berusaha tenang dan tidak panik, namun hal itu tak bisa ku sembunyikan. Ku pacu motorku dengan kencang, mulutku tak henti mengucapkan kalam pujian dan doa kepada-Nya. Pukul 3.00 wib ku tiba di rumah sakit. Sudah ada Abang, adik dan temanku menunggu di luar. Ku bergegas menuju ruangan bersalin. Ada 3 sekat dalam satu ruangan itu. Ku jumpai isteriku tepat di sekat yang paling utama, persis di depan pintu masuk. Ku tatap wajahnya yang sudah pucat pasi, namun tetap terlihat sangat tenang. Ku kecup keningnya yang basah dengan keringat. Beruntung ada ibuku yang menemaninya, namun ku tahu ibuku tak kuat melihat darah hingga akhirnya ku yang menggantikannya.

Sesekali ku tengok ke sekat ke dua dan ke tiga saat petugasnya menyingkap gorden pembatas, ternyata mereka sudah setengah hari dan bahkan seharian menantikan kelahiran tapi belum juga keluar. Jeritan mereka membuat hatiku meringis, bulu kuduk merinding dan lututku gemetaran. Tak bisa membayangkan bagaimana mereka mengerang menahan sakit dan berjuang demi lahirnya sang buahan hati pelanjut cerita penerus sejarah.

Ku terus menyemangati isteriku, ku elus-elus belakangnya dan ku bimbing di telinganya untuk terus bershalawat kepada Nabi SAW dan memohon pada Allah untuk di permudah dalam proses persalinan ini. Tak ada rintihan dan tak ada tangisan, hanya kalimah tayyibah yang terus keluar dari lisannya. Ku tak bisa bayangkan apa yang ia rasakan, yang ku tau ia hanya ingin membuatku tidak resah dan takut sehingga ia menahan semua rasa sakitnya.

Ku tanya kepada Bidan yang menangani isteriku, ia sudah pembukaan berapa. Ternyata sudah pembukaan lengkap tidak lama setelah datang, dan sekarang proses lahiran siap dilakukan jika isteriku telah siap. Bidan memberikan arahan kepada iseriku untuk mengambil nafas dan mengeden sekuat tenaga. Akupun membantu memberikan aba-aba 1, 2, 3 tarikan nafas, akhirnya tepat pukul 04.20 wib,  Sebuah jeritan tangis seorang bayi perempuan memecah ruangan tepat diiringi adzan subuh. Air mataku pecah, bahagia campur haru tak bisa ku bendung... Ku kecup kening isteriku, dan ku seka air mata yang mengalir di pojok matanya. Syukur kami tak terhingga atas kelahiran buah hati kami yang pertama.

AULIYA ALFIYATUZ ZAHRA, sebuah nama yang ku sematkan padanya. Harapku kelak dia akan menjadi seorang Auliya yang namanya akan selalu wangi laksana seribu bunga. Menjadi belahan jiwa pelanjut cerita penerus sejarah bagi kami.

Dan, 11 Mei 2017 tepat ia berusia 2 tahun. Alhamdulillah kini ia sudah bisa berlari, belajar menghitung dan berbicara. Tumbuh menjadi anak yang periang, sehat dan aktif. Semoga Allah menjadikannya anak yang sholehah...

Doa selalu ku panjatkan :
رب هب لي من الصالحين
ربنا هب لنا من ازواجنا و زرياتنا قرة اعين و اجعلنا للمتقين إماما

Mabruk alfa mabruk
Alaiki mabruk
Mabruk alfa mabruk
Yaum miladik mabruk

Happy milad Anak-ku Auliya Alfiyatuz Zahra, maafkan kami tak ada kado dan tak ada kue untuk hari ini. Hanya Doa dan kasih sayang yang selalu kami curahkan untukmu.

Papah dan Mamahmu,
Zuel Fahmi Al Akbar & Febriana

PELARANGAN RIBA DALAM BEBERAPA AGAMA

Ternyata Islam bukan satu-satunya agama (atau agama yang pertama) yg melarang BUNGA atau RIBA.

Agama Kristen, khususnya melarang pemungutan Bunga selama lebih dr 1.400 tahun. Dalam perjanjian Baru ada 3 rujukan tentang pelarangan riba, sedangkan di perjanjian lama ada 4. Salah satunya;

"Jika engkau meminjamkan uang kepada siapa saja dari umatku yg miskin, janganlah engkau menjadi pemungut riba (usury) baginya, jangan juga engkau membebankan riba padanya. (Eksodus 22:25)

Di India Kuno, hukum yg berdasarkan Weda, kitab suci tertua agama Hindu, mengutuk riba sbg sebuah dosa besar dan melarang operasi Bunga (Gopal,1935;Rangaswani, 1927).

Dalam Agama Yahudi, Kitab Taurat (bahasa Yahudi untuk hukum Musa atau Pentateuch, Lima kitab pertama Perjanjian Lama) melarang riba di kalangan bangsa Yahudi.

Tetapi islam satu-satunya agama besar yg mempertahankan pelarangan riba, -kullu zaman wa makan- (Q.S. 2:275-278; 3:130; 4:161; 30:39)

"Yang Haram Aja Sulit, Apa lagi yg Halal"

Banyak orang menyepelekan atau bahkan tidak pernah peduli apakah makanan atau hasil yang diusahakannya halal atau haram dan demikian juga cara mendapatkannya? Apalagi dizaman sekarang ini, penipuan, dusta, pemalsuan dan pencurian menjadi salah satu senjata utama memperoleh uang, dengan dalih yang penting bisa makan dan desakan ekonomi. Kalau sudah demikian adanya bisakah diharapkan do’a kita dikabulkan dan diterima Allah? Kalau sudah tidak diterima lagi do’a kita, maka kita kehilangan satu senjata pamungkas menuju kejayaan umat islam, sebab do’a adalah senjata kaum mukminin. Lihat berapa banyak kemenangan kaum muslimin dimasa Rasululloh, salah satu sebab utamanya adalah do’a!

Oleh karena itu, jika sebagian orang heran dan bertanya-tanya, ”Mengapa kita belum mendapat kemenangan? Mengapa kita memohon kepada Allah dan merendah diri kepada-Nya agar Ia berkenan melapangkan kesusahan yang menimpa kaum Muslimin, serta menghancurkan orang-orang zhalim, namun tidak terkabulkan? Ia heran, bagaimana dan mengapa?!

Kemungkinan jawabannya adalah kelalaian kita dalam mencara makanan yang baik dan usaha kita yang baik. Sebab Rasululloh SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik,tidak menerima kecuali yang baik,dan bahwa Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin dengan apa yang diperintahkannya kepada para rasul dalam firman-Nya,”Hai rasul-rasul,makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shaleh .Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (al-Mu’minun: 51). Dan Ia berfirman, “Hai orang-orang yang beriman,makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu”, (al-Baqarah: 172). Kemudian beliau menyebutkan seorang laki-laki yang kusut warnanya seperti debu mengulurkan kedua tangannya ke langit sambil berdo’a: Ya Rabb,Ya Rabb, sedang makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, ia kenyang dengan makanan yang haram, maka bagaimana mungkin orang tersebut dikabulkan permohonannya?!”1.

dalam hadits ini Rasululloh menjelaskan bagaimana kondisi seseorang yang bepergian dalam kondisi kusut masai dan mengangkat kedua tangannya merendahkan diri untuk meminta kepada Allah dikabulkan do’anya, namun do’anya ditolak karena makanan, pakaian dan minumannya haram.

Oleh karena itu seorang ulama besar bernama Yusuf bin Asbath berkata, ”Telah sampai kepada kami bahwa do’a seorang hamba ditahan naik ke langit lantaran buruknya makanan (makanannya tidak halal)”5. demikian juga sahabat yang mulai Sa’ad bin Abi Waqqas yang terkenal memiliki do’a mustajab, ketika ditanya mengenai sebab do’anya diterima; beliau berkata,”Aku tidak mengangkat sesuap makanan ke mulutku kecuali aku mengetahui dari mana datangnya dan dari mana ia keluar”

"Ya Allah, wahai Zat Yang Maha Kaya, wahai Zat Yang Maha Terpuji, wahai Zat Yang Memulai, wahai  Zat Yang Mengembalikan, wahai Zat Yang Maha Penyayang, wahai Zat Yang Maha Pengasih. Cukupilah kami dengan kehalalan-Mu dari keharaman-Mu. Cukupilah kami dengan anugerah-Mu dari selain-Mu.
Aamiin.....

Ahad, 16 April 2017

Kegembiraan terpancar dari raut wajah anakku tercinta "Auliya", penyebabnya adalah ia mendapatkan hadiah mukena baru dari mamahnya. Ya, sore itu memang isteriku baru saja pulang dari tanah abang mencari beberapa potong pakaian pesanan untuk di jual kembali.
Senyum bibir Auliya merona ketika ditunjukan setelan mukena frozen warna pink dan tak ayal ia pun meminta untuk segera dipakaikan. Ku keluarkan HP dan ku ambil beberapa gambarnya, Layaknya seorang model ia beberapa kali berpose dengan sedikit memiringkan kepalanya dengan senyum menyungging di bibirnya.

Tak terasa waktu shalat maghrib pun tiba, ku siapkan diri untuk melaksanakan shalat berjamaah. Ku ajak auliya ikut berjamaah, tidak seperti biasanya ketika diajak untuk sholat, ia kerap kali menjawab "ma mau - (enggak mau)" atau kalaupun mau ia hanya merecoki ku sholat, mulai tiduran di sajadah atau naik ke pundakku saat ku sujud, tapi kali ini ia begitu antusias karena mungkin tak sabar untuk mengenakan mukena barunya.

Ku pakaikan setelan mukena forzen di tubuhnya, dan ku pasang kamera handphoneku tepat di depan kami berjamaah, bermaksud agar bisa ku lihat kembali gerakan dan tingkahnya saat melaksanakan​ sholat.

Sholatpun ku mulai hingga selesai, tak ada gerakan-gerakan akrobat seperti biasanya yang ia lakukan dikala kami sholat, kali ini ia khusuk mengikuti setiap gerakan yang ku pimpin mulai dari takbir hingga salam, mulutnya pun berkomat-kamit seakan membaca doa saat ku lihat dalam tayangan video yang ku rekam.

Hatiku bahagia tak terhingga, di usianya yang belum genap 2 tahun, ia sudah mulai bisa belajar sholat berjamaah dan mengerti gerakan-gerakan sholat. Ternyata selama ini ia memeperhatikan dan menghafal apa yang kami lakukan.

Perjalanan masih panjang, contoh dan teladan yang baik merupakan bimbingan baginya untuk menjadi pribadi yang shalih.

Doa yang selama ini ku panjatkan agar Allah jadikan anak-anaku menjadi pribadi yang shalih-shalih.
ربّ هب لي من الصالحين
Aamiin

SANG BILAL DARI BUMI NUU WAAR

Pancaran sinar sang surya, tampak malu-malu untuk menembus jalan- jalan kota, tidak seperti biasanya, panas tak menyengat memekakan mata. Namun langit hari ini nampak teduh dan berawan. Tiupan angin seakan memeluk daun-daun yang melambai dan menghembuskan udara yang menyejukkan.

Langkahku penuh semangat menuju sebuah tempat peraduan, bukan untuk melantunkan panggilan Adzan di Masjid Al Muamalah yang biasa ku lakukan, Namun kali ini, semangatku muncul karena ada rasa kerinduan yang tak tertahankan. Rindu kepada seseorang yang sejak lama ku nantikan dan selama ini hanya dalam angan karena jauh dalam jangkauan.
Dialah seorang tokoh perubahan, tokoh yang ku anggap seperti seorang Bilal Bin Rabbah yang datang datang dari bagian Timur Negeri Ini.

Dialah Ustad Fadzlan Garamatan yang telah mengislamkan sekitar 220 suku di papua dengan berdakwah ke daerah pelosok Desa di Bumi Nuu Waar (Papua). Ya, seorang yang begitu ku kagumi dan ku baca kisah dan beografinya melalui harian republika. Beliau hadir untuk memberikan khutbah di masjid Al-Muamalah Bank Muamalat Indonesia tercinta.

Ku pacu langkahku dan mencari shaf-shaf yang mulai dipenuhi oleh jama'ah shalat Jum'at. Ku'ambil posisi di depan Khotib, tepat di baris ke tiga agar ku bisa menatapnya lebih leluasa.

Seorang berbadan tegap, berkulit legam dengan dipenuhi bulu lebat di sekitar janggutnya, duduk bersimpuh di shaf pertama. Yakinku, dialah saudara seimanku, yang Allah telah berikan kehormatan dan pengetahuan, Ustad Fadlan Garamatan.

Masih di Shaf yang sama tepat berada di sampingnya Seorang ulama Panutan yang sudah tidak asing bagiku, Ustad Arifin Ilham menemaninya. Ya Allah, dua orang yang mulia sungguh berada di antara kami, bersilaturami menjalin komunikasi, saling berbagi dan menasihati agar tetap menjadi pribadi yang islami.

*********

Waktu adzan telah tiba, Ustad Fadlan pun memulai khutbahnya, suara lantang dan fasih dengan nada kental ala Bumi Papua keluar dari lisannya yang penuh sajak nan menawan menggetarkan hati. Ku tatap wajahnya yang selalu menyunggingkan senyum merona. Namun seketika ia membawa fikiranku menerawang jauh tentang seorang Sahabat Rosulullah, Sang Muadzin Billah Bin Rabbah, salah satu sahabat yang paling Ku Kagumi yang memiliki suara indah nan merdu. Sahabat yang setiap kali ku baca riwayatnya selalu membuatku meneteskan air mata akan perjuangannya. Terlebih ketika beliau menyatakan untuk tidak lagi adzan sepeninggalan rosulullah saw karena ketidak-kuasaannya bila mengingat kenangan-kenangan indah berjamaah bersama Rosulullah saw. Tak terasa air mata membasahi pipiku, Aku pun menangis, terus menangis di tengah khutbah Ustad Fadlan yang membuat orang terkesima tentang "Keadilan di Negeri ini". Ku masih membayangkan kedua pejuang islam ini. Perjuangan, dedikasi serta integritas terhadap agama ini sungguh sangat memmbuat siapapun terkagum-kagum dan iri dibuatnya.

Jika Sayyidina Bilal pernah disiksa bahkan hampir di bunuh oleh kaum kafir Quraish, demikian juga Ustad Fadlan dalam dakwahnya. Tombak, panah, diusir, adalah hal yang biasa menimpanya. Namun beliau selalu sampaikan kepada murid-muridnya agar tombak itu dijadikan shiraathal-mustaqiim. Kalau dipenjara, jadikan itu sebagai rumah surga awal. Jika difitnah, itu adalah untaian hidup dan puisi barunya. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam saja dilempari, dicaci-maki, difitnah, tapi beliau terus menebarkan senyum ucapnya, Subhanallah!

Hingga sampai Ku larut dalam doanya, ku masih meneteskan air mata.

Ya Rabb, berikanlah kekuatan, kesehatan serta keistiqmahan kepada ulama-ulama kami agar mereka terus bisa mengajarkan kami, menasihati kami dan menunjukan kami senantiasa di dalam  ajaran-Mu. Jagalah rasa cinta kami kepadaMu, Jaga cinta kami kepada-Nya, agar kami dapat menapaki hidup ini dalam jalan lurus-Mu.

Aamiin.

Al Faqir - Zuel Fahmi Musa

RUMAH KEONG DAN RUMAH KITA



Cengkling… cengkling… cengkling…,
Suara handphoneku berdenting, Ku tengok, ada beberapa pesan whatsapp yang masuk beruntun membuyarkan fikiran.
Ku hentikan jemariku yang sedari tadi mengetik laporan. Ku buka pesan itu, ternyata ada 7 foto masuk yang dikirimkan oleh isteriku, memang sengaja ku atur pesan foto atau video yang masuk tidak terunduh otomastis.

Penasaranku muncul…. Foto pertama langsung ku unduh.
Foto sebuah Cangkang Bekecot (Keong Racun), ya… hanya foto cangkang bekecot.

“Untuk apa foto itu dikirim kalo cuma cangkang bekecot, ngabisin kuota aja”, gumamku dalam hati. Belum selesai ku menaruh hp, masuk pesan dari isteriku

“Pah, Cangkang Bekicot”.
“Aku juga tau”. jawabku hatiku.
“Isinya…. KEONG LAUT, Ku temukan di depan rumah!!” Ucapnya dalam pesan berikutnya.

Ku terkejut penasaran, segera ku unduh gambar berikutnya. Ternyata benar, Seekor keong laut yang biasa ku beli sewaktu ku masih sekolah SD, Keong yang biasa ku gunakan panas nafas dari mulut untuk mengeluarkannya dari cangkang, entah karena panas nafasku atau bau mulutku yang membuatnya keluar. Hihihi…. J

Ku tersenyum dan sejenak berfikir. Kok bisa ya? Itupun yang ditanyakan sama isteriku.

“Pah kok bisa ya??”
“Mungkin karena si keong tertarik sama cangkangnya si bekecot makanya dia pake” jawabku sekenanya.

Bagaimana caranya apakah ditake over, over kredit, tukar guling atau si bekecot dibegal sama si keong laut, entahlah yang jelas si keong laut memakai cangkang bekecot. J

Sahabatku yang baik….
Cerita di atas hanyalah sebuah prolog yang baru saja saya alami, kemudian terlindas dalam fikiran saya tentang sebuah hunian baru sang keong laut. Dalam benak saya, keong laut ini mungkin bosan dengan rumah yang dia pakai selama ini, dia mengidamkan sebuah konsep hunian yang tidak biasa digunakan oleh keong laut umumnya, sehingga dia berfikir keras bagaimana dia keluar dari zona biasa atau umum.

Nah, ketemulah hunian keong bekecot jadi solusi.

Kenapa dia mesti pakai cangkang atau hunian keong bekecot??? Jawabannya adalah kalau dia pakai cangkang kura-kura pasti tidaklah kuat dia bawa. Hihihihi…

Kembali bicara masalah hunian…

Sahabatku yang baik…
Memiliki hunian yang bagus, indah nan megah adalah idaman setiap manusia (bukan cuma keong laut). Mungkin ada di atntara kita yang merencanakan, mendesign, membangun dan menjadikan rumah kita laksana sebuah istana. Hunian dua lantai, dengan pelataran yang dipenuhi tanaman dan taman, kolam renang membujur rapi dibelakang, serta ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi serta dapur yang nyaman. Setiap orang pasti akan terkesima melihatnya. It’s amazing kawan……!!!

Sehingga hunian kita selaras dengan moto:

 “Baiti Jannati” Rumahku adalah Surgaku.


Namun, Kawan…. 
Benarkarkah rumah kita sudah seperti surga bagi kita? Atau jangan-jangan hanya layaknya kuburan di mata Allah Azza wa Jalla???
Jangan jadikan rumah kita seperti kuburan. Bagaimanakah rumah yang seperti kuburan itu? Rumah tersebut tidak pernah dikerjakan shalat di dalamnya, baik shalat wajib maupun sunnah. Rumah tersebut selalu lalai dari bacaan Al Qur’an. Itulah rumah yang seperti kuburan. Megah hanya bangunan, Mewah hanya hiasan. Namun di mata Allah sungguh rumah itu hanya sebuah kuburan.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِى تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

Janganalah jadikan rumah kalian seperti kuburan karena setan itu lari dari rumah yang didalamnya dibacakan surat Al Baqarah.” (HR. Muslim)

Sahabat Anas ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah memerintahkan kita untuk menerangi rumah kita dengan membaca Al-Qur’an.
نَوِّرُوْا بُيُوْتَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ

Hendaklah kamu beri nur (cahaya) rumahmu dengan shalat (sunnah) dan membaca Al-Qur’an. (HR Baihaqi)


Maka…
Jadikanlah rumah kita megah nan Indah, yang disinari dengan cahaya al-qur’an, yang di dalamnya selalu dijadikan tempat sholat dan berzikir. Yang senantiasa akan memberikan rahmat dan kebaikan bagi kita yang menghuninya.


Amiin…..

JIKA KALIAN TAK MENEMUKANKU DI SURGA

Suatu hari Ibnul Jauzi berpesan kepada para sahabat nya, bukan sebuah pesan biasa yang layaknya beliau ucapkan, namun sebuah pesan yang begitu berkesan, beliau berkata;

ان لم تجدوني في الجنة بينكم فاسألو عني ، وقولوا : يا ربنا عبدك فلان كان يذكرنا بك

"Jika kalian tidak menemukanku di surga, maka tanyakanlah tentang aku kepada Allah. Ucapkanlah :"Wahai Rabb, Hambamu Fulan, dulu pernah mengingatkan kami untuk mengingatmu".

Wahai sahabatku fillah...
Pesan yang mampu menembus relung-relung hati bagi siapa pun yang mendengarnya. Pesan yang membuat tubuh ini lunglai tak bertenaga. Pesan yang mampu membuat mata berka-kaca hingga meneteskan butiran cairan dari pojok pelupuk mata. 

Sahabatku...
Ternyata Ibnul Jauzi telah merenungi akan hadits Baginda Rosulullah Saw. Di dalam hadis yang panjang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang syafaat di hari kiamat,

حتى إذا خلص المؤمنون من النار، فوالذي نفسي بيده، ما منكم من أحد بأشد مناشدة لله في استقصاء الحق من المؤمنين لله يوم القيامة لإخوانهم الذين في النار، يقولون: ربنا كانوا يصومون معنا ويصلون ويحجون، فيقال لهم: أخرجوا من عرفتم، فتحرم صورهم على النار، فيخرجون خلقا كثيرا قد أخذت النار إلى نصف ساقيه، وإلى ركبتيه، ثم يقولون: ربنا ما بقي فيها أحد ممن أمرتنا به، فيقول: ارجعوا فمن وجدتم في قلبه مثقال دينار من خير فأخرجوه، فيخرجون خلقا كثيرا، ثم يقولون: ربنا لم نذر فيها أحدا ممن أمرتنا…

Setelah orang-orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, Demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat. Mereka memohon: Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji.

Kemudian Allah berfirman: ”Keluarkanlah (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.” Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka.
Para mukminin inipun mengeluarkan banyak saudaranya yang telah dibakar di neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya.

Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah, ”Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dikeluarkan dari neraka, sudah tidak tersisa.”

Allah berfirman, ”Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar.”

Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka. Kemudian mereka melapor, ”Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dikeluarkan…”

Wahai sahabat...
Sungguh bahagia diri ini mengenal diri kalian dalam dunia nyata maupun dunia maya. Saling berbagi tulisan, mengajak kepada kebaikan. Nasihat-menasihati di dalam kebenaran dan kesabaran.
Sungguh Imam Hasan al-Bashri telah memberi nasihat kepada kita semua;

استكثروا من الأصدقاء المؤمنين فإن لهم شفاعة يوم القيامة

”Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari klamat.”

Sahabatku yang baik dan shalih...
Dengan diiringin, tetesan air mata, ingin ku ucapkan sebuah pesan sama pada kalian

"Jika Kalian tak menemukanku di surga, tanyakan pada Allah akan diriku..."

UKIR SEHARAH HIDUPMU

Menapaki kehidupan ini, ada banyak hal yang terlalu sulit untuk kita ingat dan tidak sedikit pula yang tidak mudah dilupakan. Semua episode laksana lembaran kertas yang kosong yang kemudian kita tuliskan dalam tinta-tinta emas kehidupan.

Kehidupan adalah sebuah sketsa yang kita bentuk, kita uraikan dan kita rasakan. Jejak-jejaknya akan menentukan akhir dari sebuah lukisan hidup kita. Betapa indahnya jika kita mulai mengukirnya dalam sebuah gambar yang indah dan menawan.

Sebuah kenangan yang indah akan terpatri dalam lubuk hati, jika kita mewariskan sejarah yang mengesankan. Kenangan hidup yang manis akan meninggalkan jejak yang tak kan pernah terlupakan. Maka tentukan dan lukiskan sejarahmu...!! Sejarah yang baik -Khusnul Khatimah- atau sejarah yang buruk -Su'ul Khotimah-

"Ya Allah biha bihusnil Khatimah"

LET'S CHANGE OUR MINDSET

Sahabat..
Tak jarang, tatkala kita berdoa, kita kerap kali meminta agar diberikan rezeki yang banyak dan barokah. It's very good, friends..!!
Karena bnyak di dalam Alquran dan hadits yang mengajarkan kita untuk itu.

Tapi terkadang kita terjebak oleh "pola fikir" yang sempit, sifat keduniaan yang menempel di hati kita yang membuat diri kita mengartikan rezeki dalam arti yang sangat dangkal, terbatas hanya pada "materi" saja. Ya, secara tidak langsung kita sadari atau tidak, fenomenanya seperri itu.

Oooo My Dear Friends....
Lets, Change Our Mindset!!!

Rezeki tidak terbatas pada uang atau makanan saja. Rezeki Allah amatlah luas, friends...
Teman-teman yang baik dan ketenangan hati merupakan rezeki. Tidur nyenyak dan tinggal di rumah yang melindungimu dari meminta-minta merupakan rezeki. Pemandangan yang indah dan aroma parfum yang mengundang semangat adalah rezeki. Istri dan anak-anak yang mencintaimu merupakan rezeki. Orang-orang di sekitarmu yang sabar dengan segala kekuranganmu merupakan rezeki. Kata-kata indah yang anda baca, Kelembutan ibu dan ayah, Anda menangis di pundak orang yang dicintai, majelis yang menghilangkan beban pikiran, orang-orang sekitarmu yang menghormatimu, senyuman anak kecil, hadiah dari sahabat, itu semua merupakan rezeki. Semua yang kita miliki adalah rezeki dari Allah.

Sadarilah dan Syukuri itu.....!!!

"Ya Allah Ya Rabb engkaulah pemilik langit dan bumi serta isinya, berilah rezeki untuk kami berupa ridha-Mu ya Allah, Engkau sebaik-baik Pemberi Rezeki. Puji dan syukur hanyalah milik-Mu Ya Allah”.

HIDUP LAKSANA BAN

Kawanku yg baik...
Pernahkah anda mengalami ban kempes baik itu motor atau mobil? Tentu laju kendaraan anda tidak akan maksimal, terlebih jika ban tersebut bocor, maka bisa dipastikan kendaraan anda tidak akan mampu dijalankan.
Ya, sebuah ban memerlukan angin atau udara, untuk memaksimalkan kinerjanya demi mendapatkan tekanan untuk melajukan kendaraan.

Saudaraku...
Terkadang hidup kita ini seperti ban, di saat dia kencang penuh terisi dengan angin. Kita mampu melaju dengan cepat; target yang begitu banyak mampu kita capai, hasil yang mengagumkan berhasil kita torehkan. It's amazing kawan...

Tapi.... Kawan...
Adakalanya kita jumpai kehidupan kita layaknya ban yang kempes atau bahkan bocor. Ada masa stagnansi atau berjalan di tempat alias tidak berjalan sama sekali. Bisnis yang mandek, kinerja yang menurun dan lain sebagainya yang menyebabkan apa yang kita cita-citakan menjadi terhambat.

Saat itulah kawan, anda memerlukan angin...
Angin yang bisa memberikan tekanan kepada anda, angin yang memompa adrenalin anda, angin yang bisa memacu anda untuk melaju dengan cepat.

Apakah itu?
Jawabannya pada anda sendiri....
Entah anak, isteri, ayah, ibu atau apa pun bisa kita jadikan angin penyemangat hidup ini.

Wallahu a'lam...

TERUNTUKMU BIDADARI KECILKU

Letihku malam ini terhapus oleh canda ceria malaikat kecilku. Celotehan, tawa dan gerak lepasnya membuat hati yang beku ini mencair. Hidup menjadi seolah tanpa beban, tanpa masalah. Kehadirannya di sisiku memberikan kesejukan yang begitu dalam, laksana negeri tandus yang disirami hujan seharian. Memberikan peluang untuk sebuah kehidupan.

Ada satu hari di penghujung malam, di dalam kesunyian dan kegelapan, ketika ku tunaikan sebuah panggilan, penuh khusuk dan terbawa oleh lantunan. Seorang bidadari kecil menghampiriku, duduk bersimpuh di atas pangkuanku.

Tiada menangis, tiada merajuk seperti biasa. Seakan ingin ikut bersama dalam untaian doa. Sungguh sebuah nikmat yang tiada terkira. Semoga Allah jadikannya, seorang anak yang shalihah.

Syukurku ucapkan kepadaMu ya Rabb atas amanah yang Engkau berikan. Berikanku kekuatan untuk mendidik dan memberikan yang terbaik untuknya.

Untukmu, anakku...
Auliya Alfiyatuz Zahra.....

MAAFKAN IA JIKA TERLALU DIAM

Kediam-annya bukan sebuah keacuhan terhadap lingkungan. Mungkin hanya sebuah kesulitan baginya memulai sebuah pembicaraan. Bahkan barangkali malu, ragu dan khawatir apa yang ia sampaikan akan menyinggung perasaan. Jadi jangan tuntut ia untuk sebuah perubahan, karena mungkin dengan cara lain ia ingin menyampaikan.

Kediam-annya juga bukan berarti ia tak mampu, mungkin hanya memberikan pengertian dan kesempatan untuk menunjukan apa yang mereka mau. Disaat orang lain tak sanggup untuk mengerti namun hanya ingin dimengerti. Ia hadir memberikan sebuah pengertian itu.

Kediam-annya pula bukan berarti ia tak berpotensi, mungkin ia hanya ingin merendahkan hati, disaat sebagian orang saling mununjukan kebolehan, mencari muka demi sebuah pengakuan. Di kala mereka saling sikut-sikutan demi sebuah posisi dan jabatan. Ia cuma berusaha melapangkan hati, mencoba terus berkreasi meski tak jarang makan hati. Padahal segala cobaan mampu ia lewati.

Tapi..
Sungguh dibalik kediamannya,
ia hanya berusaha untuk menjaga sebuah kesantunan
Ia hanya berusaha untuk menjaga sebuah lisan.

Jadi..
biarkanlah ia dengan kesantunannya. biarkanlah ia menjaga lisannya.
biarkan ia dengan caranya....

Sekali lagi maafkan ia jika terlalu diam...

KESUNGGUHAN MENGENDALIKAN HATI

Sahabat....

Betapa terkesannya ketika dapat meluluhkan dan menundukkan hati atasan...
Alangkah menawannya ketika anda dapat menawan hati sang pujaan...
Sungguh gagahnya anda ketika mampu menaklukan lawan...

Namun betapa sulitnya ketika menaklukan hati sendiri... Menaklukan hati agar tunduk dan tunduh kepada Ilahi rabbi...

Sufyan ats-Tsauri berkata :

مَا عَالَجْتُ شَيْئًا أَشَدَّ عَلَيَّ مِنْ نَفْسِي مَرَّةً لِي وَمَرَّةً عَلَيَّ

"Aku tidak pernah membenahi suatu hal yang lebih berat dibanding jiwaku sendiri. Kadang kala patuh dengan keinginanku dan sering pula tidak.”

Hati, walau terletak dalam dada, namun tidak mudah untuk menundukkannya. Butuh usaha yang kuat, keinginan yang  kokoh serta azm yang tangguh untuk menjadikan "hati" ini selalu tunduk dan tunduh kepada Sang Ilah...

Ya Allah, Engkaulah Sang Maha Pembolak-balik hati, tetapkanlah hati kami di atas ketaatan kepada-Mu. Amiin.

MENGGGAPAI SUKSES DUNIA, MERAIH BAHAGIA AKHIRAT

Sahabatku yang baik...

Sungguh Allah telah menggariskan bahwa kehidupan manusia bukan hanya sekali, melainkan dua kali. Kehidupan dunia yang fana sebagai awal dari kehidupan dan akan dilanjutkan dengan kehidupan akhirat yang kekal abadi selamanya. Sukses Anda di dunia belum tentu berkelanjutan hingga di akhirat. Namun sebaliknya, sukses di akhirat menjadikan Anda lupa akan kegagalan selama hidup di dunia. Apalagi bila Anda ternyata hidup di dunia sukses dan akhirat pun berhasil. Tapi sungguh celaka ketika anda sengsara di dunia, sengsara juga di akhirat. Wal iyadzu billah...

Ada sebuah nasihat yang baik buat kita agar kita bisa memberikan keseimbangan hidup dalam meraih ke duanya;

اعمل لدنياك كأنك تعيش ابدا و اعمل لأخرتك كأنك تموت غدا

"Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya, dan beramal-lah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok"

Meraih kesuksesan dunia dengan bekerja keras dan bekerja cerdas namun tak lepas untuk merengkuh keberhasilan akhirat dengan mengingat kematian yang memacu kita untuk semangat beribadah, ada nilai kesemimbangan untuk menggapai kesuksesan dunia dan juga merengkuh keberhasilan akhirat.

Inilah merupakan refleksi dari doa yg sering kita baca:

ربنا اتنا في الدنيا حسنة و في الأخرة حسنة وقنا عذاب النار

"Ya Rabb berikanlah kami kesuksesan di dunia, kesuksesan di akhirat dan jagalah kami dari siksa api neraka"

Semoga bermanfaat

KATAKANLAH!! AKU BANGGA MENJADI ORANG ASING

Ada sebuah cerita tentang seorang sahabat yang baru saja hijrah, yg berjuang meninggalkan dari masa kelamnya, mencoba beristiqomah ke jalan islam yang kaffah.
Ketika ia hendak melaksanakan shalat maghrib berjamaah, dengan mengenakan baju muslim putih bersih, dengan setelan kain warna senada, sehelai surban melingkar di lehernya, peci hitam menutupi kepalanya dan semerbak harum merona dari tubuhnya, ia langkahkan kakinya menuju masjid yang tak jauh dari rumahnya.

Di tengah perjalanannya, ia bertemu dengan seorang ibu yang sedang menyuapi anaknya di jalan. Sambil berkata "Tumben rapih amat, setelan putih, pake sorban, wangi banget lagi, mau kemana?? Kaya pak ustadz aja!!"

Mendengar perkataan si Ibu, sahabat kita hanya tersenyum, meski rasa dalam hati agak kesal.

Esok hari ia mengadukan perihal tersebut kepada temannya akan keanehan zaman dewasa ini, bahwa hal yg sangat wajar dibilang aneh, sebaliknya hal aneh dibilang wajar. Bagaimana tidak, di waktu maghrib di saat waktunya untuk menunaikan ibadah shalat maghtib berjamaah, yang disunatkan untuk menggunakan pakain yg baik dan wewangian malah terkesan aneh bin asing, sementara dia sendiri yang nyuapin makanan di waktu yang asing malah jadi kewajaran.

Sahabat ku....
Itu mungkin salah satu contoh dari banyak kejadian yang ada di tengah-tengah kita. Ketika seorang muslim yang menjalankan kewajibannya, menunaikan kesunnahan yang dijarkan oleh Rosulnya, kerapkali dicap aneh dan asing di tengah-tengah yang notabene nya muslim juga. Mereka yang yang berusaha menutup auratnya, dianggap hal yang tabu, mereka yang berjuang mempertahankan kehormatannya dianggap gak zaman. Itulah fenomena saat ini.

Sahabatku yang asing....
Bangga dan berbahagialah engkau menjadi yang asing....

Sebab,
Baginda rosul telah memberikan sebuah kabar gembira itu:

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.”

Nabi shallallahu alaihi wasallam mengabarkan bahwa sebagaimana Islam awalnya datang dalam keadaan asing di kalangan kaum musyrikin Makkah, maka demikian pula dia akan kembali menjadi asing bahkan di kalangan penganut agama Islam itu sendiri. Bahkan hadits ini menunjukkan keutamaan dan orang yang berpegang teguh dengannya. Hadits ini juga tidak menunjukkan orang yang berpegang teguh dengannya akan mendapatkan kesempitan dan kejelekan di dunia dikarenakan mereka terasingkan, akan tetapi justru hadits ini menunjukkan bahwa dia adalah manusia yang paling berbahagia, sebagaimana yang tersebut di akhir hadits,“Maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.”

Hal itu karena keadaan dan posisi dirinya sama persis dengan pendahulu umat ini yang mengikuti ajaran Islam ketika Islam pertama kali muncul dan dianggap asing oleh manusia. Dia adalah manusia yang paling berbahagia di dunia dalam keterasingan dan gangguan yang dia terima, karena Allah Ta’ala memberikan ke dalam hatinya kelapangan dan keluasan yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia, kecuali oleh mereka yang juga sejalan dan senasib dengannya. Ini bentuk keberuntungan mereka di dunia. Adapun di akhirat, maka mereka adalah manusia yang paling tinggi derajatnya setelah para nabi alaihimussalam.

Semoga Allah jadikan kita termasuk orang-orang yang asing, yang berpegang teguh dan setia dengan dinulhaq "islam" sampai akhir hayat.

"Dan janganlah sekali-kali kalian mati kecuali dalam keadaan muslim"

Semoga bermanfaat...

MUTIARA TETAPLAH MUTIARA, KAWAN!!


Sahabatku...
Suatu ketika, di saat puteri kecil anda sedang memakan sebuah roti, tiba-tiba roti yang berada di genggamannya jatuh ke lantai. Sehingga sebagian roti yang jatuh tersebut nampak kotor terkena lantai dan sebagian lainnya masih baik. Mana yang akan anda lakukan?? Membuang seluruh roti itu atau membuang sebagian yang kotor dan mengambil sebagian yg masih baik?
Tentu jawaban yang paling tepat adalah yang ke dua.

Kawan....
Terkadang ada saudara kita yang sebenarnya baik, cerdas dan brilian, yang kemudian karena bbrpa faktor ia "terpaksa" jatuh ke dalam praktik yang tidak baik, ke lingkungan yang kurang kondusif -dalam hal apapun itu, masalah ekonomi, bisnis, sosial dan agama- kerapkali yang sering kita lakukan adalah menjauhkan, meninggalkan dia dan bahkan tak jarang malah menjatuhkan "lagi".
Bukan malah membantu untuk mengangkat ia kepada kondisi yang baik seperti dulunya, malah ikut serta membuatnya lebih jatuh terpuruk.

Kawan....
Rangkul lah ia, cucilah kotoran yang ada padanya....

Ibarat sebuah mutiara yang berada di kubangan kotoran, cucilah mutiara itu hingga bersih dan berkilau, kemudian simpanlah ia dalam kotak kaca yang megah. Karena bagaimanapun mutiara tetaplah mutiara.....

Jadikan mutiara itu bernilai tinggi kembali, yang membuat siapapu yang melihat akan terpesona dan hendak memilikinya...

JANGAN TAKUT UNTUK HAL YANG BAIK, KAWAN...

Jangan takut kirim tulisan berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat al qur'an, kawan...
karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk saling menasehati, saling menyeru dalam kebenaran. Dan seruan kepada kebenaran adalah sebaik-baik perkataan. Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah.

Jangan takut tulisan kita tidak dibaca, kawan...
karena memang demikianlah Allah menciptakan ladang amal bagi kita. Berapa lama para nabi berdakwah, tidak didengar umat, namun tak pernah menyurutkan semangat.

Jangan takut dikatakan "sok alim" kawan...
Justru banggalah dikatakan alim di kala orang lain bangga dengan kemaksiatan mereka, dari pada dikatakan "urakan". Bangga dengan kealiman kita bukan berarti merasa lebih baik, namun katakan bahwa saya hanya ingin bisa lebih baik.

Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, sok tahu, kawan...
Karena memang itu sebuah perintah Tuhan, sebagaimana yg disampaikan oleh Sang Utusan "Sampaikan dariku walau satu ayat".

Jangan takut menerima nasihat dari siapapun, kawan...
meskipun dia datang dari seorang bajingan, selama nasihat berisi kebenaran dan bertujuan untuk kebaikan. Daripada nasihat dari seorang teman yang mengajarkan kepada keburukan. Karena emas tetaplah emas meskipun bercampur di kubangan kotoran. Kotoranpun akan kotoran meskipun berada di tumpukan emas.

Sekali lagi, jangan takut untuk hal yang baik kawan jika jelek mereka berpandangan  tapi justru itu yang akan menyelematkan. ...

ANTARA KAMERA ANALOG DAN KEHIDUPAN


Kawan...
Hidup ini laksana sebuah kamera analog...
Dibutuhkan sebuah keahlian dan kemampuan mengenali lingkungan dalam mengambil objek gambar untuk mendapatkan sebuah hasil jepretan yang menakjubkan, tentang banyaknya cahaya, jauh dekatnya suatu objek, agar hasilnya menjadi maksimal. Begitu pula dalam kehidupan, kemampuan mengenali lingkungan berpengaruh kepada prilaku kita, lingkungan yang baik akan menularkan kepribadian yang baik, bahkan kesuksesan bisa jadi tercipta dari sebuah lingkungan yang tepat. Jikalau anda ingin menjadi orng yang alim, maka bergaul-lah dengan orang alim. Seandainya anda ingin menjadi pengusaha sukses, maka bergaulah dengan pebisnis. 
Kenalilah lingkungan anda...

Kawan...
Bahwa Hidup bagaikan kamera analog...
Sekali gambar itu diambil maka ia tidak dapat di delete layaknya kamera digital.
Kehidupan ini, sejatinya potret dari hari-hari yang telah kita lalui, sekali keputusan kita ambil maka itu menjadi sebuah sejarah dan kenangan. Adakalanya gambar-gambar yang indah dan menakjubkan kita hasilkan, namun tak jarang pula gambar yang kurang memuaskan kita dapatkan. Gambar yang indah adalah hari-hari  yang baik yang telah kita lalui. Pencapaian yang memenuhi target serta keberhasilan dalam segala hal yang membuat hati kita senang dengannya. Sementara gambar yang jelek adalah sebuah kegagalan yang tentu sama sekali tidak kita harapkan. 
Pencapaian yang baik layaknya kita bingkai dalam sebuah bingkai megah nan indah, kita jadikan sebuah pajangan mewah, menjadikan kita termotivasi dikala melihatnya, memberikan kepuasan di saat mengingatnya. 
Sementara Sebuah kegagalan yang telah kita peroleh layaknya kita robek dan buang agar tidak menjadi dalam sebuah bingkai kehidupan yang memilukan.

Kawan...
Kehidupan ini umpama sebuah kamera analog...
Seorang fotografer handal tercipta dari seorang fotografer amatir. Gambar yang baik yg dihasilkan dari sebuah Kamera analog itu tercipta dari tangan-tangan fotografer handal yang syarat akan pengalaman. Kegagalan demi kegagalan telah ia rasakan. Manis getir hasil jepretan telah ia dapatkan. Olehkarenanya pengalaman menjadi sebuah pelajaran yang tak tergantikan. Pengalaman adalah sebuah keniscayaan.  
Pun dalam kehidupan kita, Kesuksesan dan keberhasilan hidup, biasanya tercipta dari sebuah pengalaman yang amat berharga. Jatuh bangun telah menjadi sebuah makanan. Kegagalan terkadang sudah menjadi teman. Sehingga kegagalan menjadi bosan dan kesuksesan yang kita dapatkan. "Experience is the best teacher"


Semoga bermanfaat kawan..

.