KATAKANLAH!! AKU BANGGA MENJADI ORANG ASING

Ada sebuah cerita tentang seorang sahabat yang baru saja hijrah, yg berjuang meninggalkan dari masa kelamnya, mencoba beristiqomah ke jalan islam yang kaffah.
Ketika ia hendak melaksanakan shalat maghrib berjamaah, dengan mengenakan baju muslim putih bersih, dengan setelan kain warna senada, sehelai surban melingkar di lehernya, peci hitam menutupi kepalanya dan semerbak harum merona dari tubuhnya, ia langkahkan kakinya menuju masjid yang tak jauh dari rumahnya.

Di tengah perjalanannya, ia bertemu dengan seorang ibu yang sedang menyuapi anaknya di jalan. Sambil berkata "Tumben rapih amat, setelan putih, pake sorban, wangi banget lagi, mau kemana?? Kaya pak ustadz aja!!"

Mendengar perkataan si Ibu, sahabat kita hanya tersenyum, meski rasa dalam hati agak kesal.

Esok hari ia mengadukan perihal tersebut kepada temannya akan keanehan zaman dewasa ini, bahwa hal yg sangat wajar dibilang aneh, sebaliknya hal aneh dibilang wajar. Bagaimana tidak, di waktu maghrib di saat waktunya untuk menunaikan ibadah shalat maghtib berjamaah, yang disunatkan untuk menggunakan pakain yg baik dan wewangian malah terkesan aneh bin asing, sementara dia sendiri yang nyuapin makanan di waktu yang asing malah jadi kewajaran.

Sahabat ku....
Itu mungkin salah satu contoh dari banyak kejadian yang ada di tengah-tengah kita. Ketika seorang muslim yang menjalankan kewajibannya, menunaikan kesunnahan yang dijarkan oleh Rosulnya, kerapkali dicap aneh dan asing di tengah-tengah yang notabene nya muslim juga. Mereka yang yang berusaha menutup auratnya, dianggap hal yang tabu, mereka yang berjuang mempertahankan kehormatannya dianggap gak zaman. Itulah fenomena saat ini.

Sahabatku yang asing....
Bangga dan berbahagialah engkau menjadi yang asing....

Sebab,
Baginda rosul telah memberikan sebuah kabar gembira itu:

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.”

Nabi shallallahu alaihi wasallam mengabarkan bahwa sebagaimana Islam awalnya datang dalam keadaan asing di kalangan kaum musyrikin Makkah, maka demikian pula dia akan kembali menjadi asing bahkan di kalangan penganut agama Islam itu sendiri. Bahkan hadits ini menunjukkan keutamaan dan orang yang berpegang teguh dengannya. Hadits ini juga tidak menunjukkan orang yang berpegang teguh dengannya akan mendapatkan kesempitan dan kejelekan di dunia dikarenakan mereka terasingkan, akan tetapi justru hadits ini menunjukkan bahwa dia adalah manusia yang paling berbahagia, sebagaimana yang tersebut di akhir hadits,“Maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.”

Hal itu karena keadaan dan posisi dirinya sama persis dengan pendahulu umat ini yang mengikuti ajaran Islam ketika Islam pertama kali muncul dan dianggap asing oleh manusia. Dia adalah manusia yang paling berbahagia di dunia dalam keterasingan dan gangguan yang dia terima, karena Allah Ta’ala memberikan ke dalam hatinya kelapangan dan keluasan yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia, kecuali oleh mereka yang juga sejalan dan senasib dengannya. Ini bentuk keberuntungan mereka di dunia. Adapun di akhirat, maka mereka adalah manusia yang paling tinggi derajatnya setelah para nabi alaihimussalam.

Semoga Allah jadikan kita termasuk orang-orang yang asing, yang berpegang teguh dan setia dengan dinulhaq "islam" sampai akhir hayat.

"Dan janganlah sekali-kali kalian mati kecuali dalam keadaan muslim"

Semoga bermanfaat...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar