Kediam-annya bukan sebuah keacuhan terhadap lingkungan. Mungkin hanya sebuah kesulitan baginya memulai sebuah pembicaraan. Bahkan barangkali malu, ragu dan khawatir apa yang ia sampaikan akan menyinggung perasaan. Jadi jangan tuntut ia untuk sebuah perubahan, karena mungkin dengan cara lain ia ingin menyampaikan.
Kediam-annya juga bukan berarti ia tak mampu, mungkin hanya memberikan pengertian dan kesempatan untuk menunjukan apa yang mereka mau. Disaat orang lain tak sanggup untuk mengerti namun hanya ingin dimengerti. Ia hadir memberikan sebuah pengertian itu.
Kediam-annya pula bukan berarti ia tak berpotensi, mungkin ia hanya ingin merendahkan hati, disaat sebagian orang saling mununjukan kebolehan, mencari muka demi sebuah pengakuan. Di kala mereka saling sikut-sikutan demi sebuah posisi dan jabatan. Ia cuma berusaha melapangkan hati, mencoba terus berkreasi meski tak jarang makan hati. Padahal segala cobaan mampu ia lewati.
Tapi..
Sungguh dibalik kediamannya,
ia hanya berusaha untuk menjaga sebuah kesantunan
Ia hanya berusaha untuk menjaga sebuah lisan.
Jadi..
biarkanlah ia dengan kesantunannya. biarkanlah ia menjaga lisannya.
biarkan ia dengan caranya....
Sekali lagi maafkan ia jika terlalu diam...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar